Hahaha… tebakan anda memang benar, judulnya teramat panjang tapi begitulah yang saya alami
Awal mulanya ketika hujan besar di wilayah tempat tinggal saya yang mengguyur dari pagi hingga malam hari. Saat itu saya tidak terlalu risau dengan hujan yang terjadi namun saya sungguh “lupa daratan” bahwa layanan “yang satu itu” sering bermasalah mana kala hujan turun dan setelahnya -akhir kata malam itu saya tidak online-
Kemarin, saya kembali lagi ke meja “kebesaran” dan kehadapan “cinta mati” saya namun alangkah kecewanya saya ketika tahu bahwa kondisinya masih seperti malam sebelumnya
Saya angkat gagang telefon dan saya tekan tombol bernomer 147, dan 1, dan 2, dilanjutkan dengan percakapan seperti berikut (telah melalui proses penyuntingan):
cs: selamat malam, dengan xyz bisa dibantu?
saya: malam mas, kok spidi saya mati yah?
cs: boleh tahu nomer pelanggannya, pak?
saya: bla bla bla atas nama bla bla bla dengan alamat bla bla bla
cs: sudah dicek lampu indikatornya, pak?
saya: semua normal, tidak ada kendala
cs: baik pak, terimakasih. Untuk wilayah Bogor sedang ada maintenance
saya: (dalam hati: kenapa tidak dari tadi saja kasih tahunya???…) Ooo… jadi begitu yah?…kira-kira berapa lama?
cs: tidak bisa ditentukan, pak?
saya: estimasi?
cs: 3 x 24 jam, pak
saya: ok, terimakasih, wassalam
yang membuat saya kesal adalah kenapa CS yang sempat bertanya nomer pelanggan, nama pendaftar dan alamatnya tidak segera memberitahu saya bahwa ada maintenance, kenapa justru saya diajak berputar-putar mengikuti prosedur pertanyaan mengenai lampu indikator?
ya sudahlah… memang seperti itu, harusnya saya yang sadar sedari awal untuk berhenti menggunakan layanan “yang satu itu”
Popularity: 100% [?]
ya emank begitulah bro orang2 telkom.. harap maklum.. hehehe
yang sabar ya bro…